PPP Surabaya Gelar Muscab

PPP Surabaya Gelar Muscab

Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kota Surabaya akan menggelar musyawarah cabang pada 17 September 2016 untuk memilih ketua baru periode lima tahun ke depan.

“Waktu pelaksanaan sudah ditentukan pada 17 September dan dijadwalkan berlokasi di Hotel Sahid,” ujar Ketua DPC PPP Surabaya Buchori Imron .

Terkait pemilihan, pada muscab kali ini sudah diberlakukan sistem perwakilan atau musyawarah mufakat oleh anggota tim formatur sehingga pada saat pelaksanaan tinggal menyampaikan ke peserta.

 

“Tidak ada pemungutan suara terbanyak seperti sebelum-sebelumnya karena menggunakan musyawarah mufakat oleh tim formatur sesuai aturan partai saat ini,” ucapnya.

 

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya tersebut mengaku tak keberatan dan bersiap melaksanakan musyawarah, sekaligus akan dibentuk tim formatur sesuai prosedur internal partai.

 

Tim formatur, kata dia, terdiri dari lima orang, masing-masing dari mewakili unsur DPP, DPW, DPC, majelis partai, serta pimpinan anak cabang (PAC).

 

Pada sistem yang baru ini, lanjut dia, terbuka kesempatan bagi calon eksternal untuk berpeluang memimpin partai berlambang Ka’bah itu asalkan seluruh anggota formatur menyetujuinya.

 

Menurut dia, peluang orang nonkader memimpin partai tidak bisa dihindari jika benar-benar berkomitmen membesarkan partai dan tidak berniat menjadikan jabatan sebagai jembatan demi ambisi pribadi.

 

“Siapapun calon ketuanya, PPP harus mencari sosok yang benar-benar mengurusi, bukan malah menjadi urusan partai. Kemudian dia harus mengerti peta perpolitikan Surabaya dan karena ini partai Islam maka harus muslim,” kata politisi yang juga pengusaha tersebut.

 

Karena itulah dalam waktu dekat ini, tim formatur segera terbentuk dan melaksanakan tugasnya mencari siapa yang layak menjadi orang nomor satu di PPP Kota Surabaya.

 

Usai muscab, para tim formatur tetap bekerja membentuk kepengurusan untuk lima tahun ke depan selambat-lambatnya 14 hari dari pelaksanaan.

 

“Kalau yang berminat menjadi ketua itu banyak, tapi harus tahu potensi dan bukti yang telah diperbuat untuk partai. Jangan sampai lebih banyak mudharatnya,” kata politisi yang mengaku siap kembali memimpin jika dipercaya partai.

 

Sementara itu, DPW PPP Jatim telah menegaskan mulai memberlakukan pemilihan ketua menggunakan sistem perwakilan pada sejumlah musyawarah cabang di sejumlah daerah.

 

“Pada muscab tidak menggunakan sistem pemilihan ketua secara langsung, tapi sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) atau sistem perwakilan,” ujar Ketua DPW PPP Jatim Musyafa’ Noer. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *