PPP Minta NU Tidak Pecah di Pilgub Jatim 2018

PPP Minta NU Tidak Pecah di Pilgub Jatim 2018

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur masih dua tahun. Namun, nama Calon Gubernur sudah beredar di Masyarakat terutama dari kader NU yang memang memiliki elektabilitas bagus. Kader NU yang ramai dibicarakan untuk maju seperti rekom Ketua Umum HM Romahurmuzy DPP PPP ke HM Musyaffa’ Noer, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, Syafullah Yusuf alias Gus Ipul Wakil Gubernur dan Halim Iskandar ketua DPRD Jatim.  
HM Musyaffa’ Noer Ketua DPW PPP Jatim juga diharapkan maju Pilgub oleh kader PPP Jatim disela persiapan Musyawarah Cabang DPC PPP Surabaya yang dilaksanakan Sabtu, 17 September 2016 di Hotel Sahid Surabaya mengungkapkan, dari tiga nama itu, sudah jelas dan pasti kader NU Khofifah Ketua Umum Muslimat NU, sosok Khofifah sangat dibutuhkan untuk kepentingan nasional.”Beliau sangat dibutuhkan  membantu pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Jadi sekarang Khofifah itu levelnya bukan di tingkat provinsi tapi sudah nasional.

 

Selain Khofifah, Kader NU yang digadang-gadang ikut meramaikan Pilgub Jatim 2018 adalah Saifullah Yusuf (wagub Jatim) juga Ketua PBNU, Abdul Halim Iskandar (Ketua DPRD Jatim) dari Pesantren Deanyar, Tokoh NU dan mantan IPNU, diharapkan PPP supaya mengedepankan musyawarah dan duduk bersama untuk berbagi posisi yang terbaik bagi NU dan Jatim ke depan.

Jika mereka maju bersamaan maka yang terjadi adalah NU akan pecah, untuk itu diharapkan kader NU agar menahan diri supaya yang menjadi Gubernur Jawatimur orang NU.

DPW PPP Jawa Timur berharap Pasalnya, sebagian besar warga Nahdliyin tidak menginginkan suara NU Jatim kembali terpecah, seperti dua kali Pilgub Jatim sebelumnya dimana Khofifah kalah melawan KarSa (Soekarwo-Saifullah Yusuf) dan menggugat hasil Pilgub ke Mahkamah KOnstitusi (MK).

“Gugat menggugat itu bukan budaya NU. Sebab orang NU itu senangnya musyawarah mufakat secara kekeluargaan dengan mengedepankan Ahlul Halli Walaqdi. Kasus MK kemarin harus jadi pelajaran berharga dan kita harus eman (jaga) NU jangan sampai terpecah belah karena kepentingan politik praktis,” ujar ketua DPW PPP Jatim, H. Musyaffa’ Noer .

 

“PPP Jatim siap menfasilitasi (jembatani) kader-kader NU yang hendak maju di Pilgub Jatim untuk berembuk siapa nanti yang dimajukan sebagai representasi NU di Pilgub Jatim jika ada kompetitor di luar NU. Kalau tak ada kompetitor, ya cukup  dilakukan kompromi politik. Ini semua perlu dilakukan untuk menghindari gugat-menggugat antar kader NU padahal itu bukan budaya nahdliyin,” tegas Musyaffa’ Noer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *