Kiai Mujahid Ingatkan Kerja Bawaslu sebagai Tugas Kekhalifahan

Kiai Mujahid Ingatkan Kerja Bawaslu sebagai Tugas Kekhalifahan

Lepas Kenang Kepala Bagian Bawaslu Jatim, Jufri Syahruddin yang telah dilantik sebagai Inspektur Wilayah 1 Sekretariat Jenderal Bawaslu RI, berlangsung Selasa(13/04) di Surabaya. Acara yang dikemas dengan buka bersama tersebut menghadirkan Kiai Mujahid Ansori sebagai penceramah.

Dalam tausyiahnya, Kiai Mujahid Ansori menjelaskan bahwa kerja di Bawaslu bagian dari tugas kekhalifahan.

“Kerja di Bawaslu adalah bagian dari tugas menjalankan fungsi khalifah fil ard. Yang harus diingat bahwa antara setiap orang memiliki barometer ketakwaan berbeda” tuturnya.

Kiai yang lahir di Pamekasan ini menerangkan bahwa ukuran ketakwaan di Bawaslu adalah saat menjalankan kerja dengan baik.

“Kalau kiai atau mursyid tarekat itu ya memang harus istiqamah dzikir di pesantren. Tetapi kalau Bawaslu ukurannya adalah seberapa banyak anda membuat masyarakat sadar untuk melakukan pengawasan partisipatif, seberapa banyak kerjasama dengan organisasi lain, lalu melakukan sosialisasi dan membuat relawan pengawas pemilu,” terangnya

Implementasi ketakwaan tersebut menurut Mujahid jangan sampai terbalik dengan cara memperbanyak doa tetapi lupa bekerja.

“Jangan lalu Anda yang kerja di Bawaslu sibuk bertasbih dan tahajjud terlalu lama, tetapi ketika ada sengketa pemilu tidak berbuat apa-apa. Itu bukan bertakwa,” tambahnya.

Bagi Mujahid, kerja di Bawaslu dengan disiplin dan diniatkan karena Allah pahalanya luar biasa.

“Kita mengenal ibadah mahdah dan ghairu mahdah. Yang mahdah itu seperti shalat, haji, dan ibadah lain yang telah ditetapkan tata caranya. Yang ghairu mahdah ini adalah ibadah yang diniatkan karena Allah. Artinya kalau kita disiplin masuk kantor karena Allah maka pahalanya bisa melampuai ibadah mahdah,” tuturnya

Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengingatkan saat bulan ramadhan agar tidak mengurangi kualitas kerja di Bawaslu.

“Karena tidur di bulan ramadhan ini ibadah, lalu kita tidak masuk ke kantor dengan alasan tidur. Itu bukan bertakwa. Jadikan ramadhan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Bawaslu Jatim