DPW PPP Jawa Timur Syukuran Harlah PPP ke-46 dengan 10 Tumpeng Hijau

DPW PPP Jawa Timur Syukuran Harlah PPP ke-46 dengan 10 Tumpeng Hijau

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur KH Musyaffa’ Noer yakin PPP akan meraih 15 atau 16 kursi di DPRD Jawa Timur pada pemilu legislatif pada 17 April 2019 nanti. Optimisme Musyaffa’ itu didasarkan pada gerakan para caleg PPP di 14 dapil di seluruh awa Timur yang kini sangat gencar.

“Saya yakin haqqul yaqin dan ainul yaqin bahwa PPP dapat 15 atau 16 kursi di DPRD Jatim,” tegas Musyaffa’ Noer saat menyampaikan pidato politik pada acara Syukuran Hari Lahir (Harlah) PPP ke-46 di Kantor DPW PPP Jalan Raya Kendangsari Surabaya, Ahad (6/1/2019). Para pengurus dan kader PPP yang hadir memenuhi aula lantai bawah kantor DPW PPP itu langsung bergemuruh amin dan tepuk tangan.

Pada Pemilu Legislatif 2014 PPP hanya meraih 5 kursi dari seluruh dapil di Jawa Timur. Bahkan dapil 1 Kota Surabaya dan Sidoarjo sejak era reformasi belum pernah mendapat kursi baik di DPRD Jatim maupun DPR RI. Tapi kini Musyaffa’ Noer optimistis PPP meraih kursi sesuai harapan karena, selain para caleg PPP kini bergerak gencar juga banyak caleg potensial sesuai bidangnya masing-masing. Ia sempat memperkenalkan beberapa caleg DPRD Jawa Timur yang hadir, mulai dari dapil 1 sampai dapil 14.

“Kalau DPR RI saya yakin mendapat 9 kursi,” tegas Musyaffa’ Noer yang anggota DPRD Jatim dari dapil Madura itu. Pada Pemilu 2014 PPP Jawa Timur meraih 4 kursi DPR RI.

Dalam acara Harlah yang digelar bersama anak yatim dan para kiai itu Musyaffa’ sempat membacakan pidato Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy. Salah satu poin pidatonya adalah penegasan tentang keabsahan PPP dibawah kepemimpinan Gus Romy (panggilan Romahurmuziy). “Alhamdulillah atas izin Allah, dualisma itu berakhir setelah terbitnya putusan Mahkamah Agung yang berkekuatan hukum tetap (in kracht) secara simultan, yaitu putusan pengadilan peninjuan kembali perdata pada tanggal 12 Juni 2017 dan putusan pengadilan kasasi TUN pada tanggal 4 Desember 2017 juncto putusan pengadilan peninjauan kembali TUN tanggal 8 November 2018,” tegas Musyaffa’ membacakan pidato Gus Romy.

Gus Romy mengaku baru sekarang menginformasikan kepada kader PPP karena salinan putusan terakhir baru diterima 27 Desember 2018 lalu. “Dengan demikian seluruh instrument hukum di Republik Indonesia secara paripurna sudah memberikan keabsahan kepada kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar VIII PPP 2016 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta,” tegas Gus Romy.

Sekarang, tegas Gus Romy, secara formil dan materiil tidak boleh ada lagi para pihak yang mengaku sebagai peimpinan PPP selain kepemimpinan Gus Romy. Jika masih ada yang mengaku-ngaku, Gus Romy minta semua fungsionaris dan kader PPP segera berkordinasi dengan penegak hukum untuk diambil tindakan sesuai yang dibutuhkan terutama untuk menegakkan kewibaan dan kehormatan PPP.

Tema Harlah PPP secara nasional adalah Memperkuat Izzul Islam wal Muslimin untuk Indoensia Maju. “Tema ini sengaja dipilih untuk mengembalikan kesadaran umat Islam di Indonesia, bahwa ada yang lebih penting ketimbang kontestasi Pemilu 5 tahunan yang akan berlangsung 17 April 2019 yaitu kewibawaan umat Islam, di mana persatuan menjadi inti kekuatannya,” tegas Gus Romy yang menargetkan PPP masuk tiga besar pada pemilu 2019 dengan harapan memperoleh 15 juta suara dan 67 kursi DPR RI. Pada pemilu 2014 PPP mendapat 8, 157 suara dengan 39 kursi DPR RI.

Semangat Gus Romy ini tampaknya direspon positif Musyaffa’ Noer sehingga ia optimistis meraih 9 kursi DPR RI di Jawa Timur.

Di DPW PPP Jawa Timur Harlah PPP ke-46 dirayakan dengan istighotsah dan 10 tumpeng hijau. Ini sesuai dengan nomor PPP yakni 10 sedang hiijau menunjukkan simbol warna umat Islam.

sumber : bangsaonline

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *