Cerita Menag Lukman soal Sosok Raja Salman yang Sangat Ramah

Cerita Menag Lukman soal Sosok Raja Salman yang Sangat Ramah

PPP  – Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjadi salah satu tokoh yang mendampingi Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud saat berkunjung ke Jakarta. Lukman bahkan sempat duduk satu mobil bersama Raja Salman dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju Istana Bogor.

“Yang tidak banyak diketahui oleh banyak kalangan beliau itu ternyata itu humoris,” ujar Lukman di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017).

Raja Salman dikatakan Lukman adalah sosok yang ramah. Sebagai seorang pemimpin negara, Raja Salman merupakan sosok yang cepat membuat keakraban dengan lawan bicaranya.

“Jadi beliau kebapakan, sangat murah senyum, ramah dan cepat membuat lawan bicaranya atau orang di sekitarnya akrab merasa nyaman,” kisah Lukman.

Sosok seorang raja terkadang dipersepsikan sebagai sosok yang sangat berwibawa dan sulit untuk tersentuh. Di luar dugaan Lukman, Raja Salman ternyata dengan mudah berbaur dengan sosok yang baru dikenalnya.

Karena biasanya kan orang itu mempersepsikan raja itu kan sesuatu yang sulit tersentuhlah begitu. Tapi beliau menunjukkan tadi itu, sikap mengayomi, dan di luar dugaan saya ternayata beliau humoris, tutur Lukman.

Raja Salman Bercanda Soal Fotografer Temannya Setan

Lukman juga menceritakan soal candaan yang dilontarkan Raja Salman ke para fotografer yang memotret kegiatan Raja Salman. Candaan itu membuat Lukman tertawa.

“Salah satu humoris, ini kebetulan ketemu dengan teman-teman fotografer. Ketika beliau bertemu dengan fotografer, para wartawan dengan kameranya, beliau mengatakan ikhwanus sayatin, itu artinya teman-temanya setan. Tapi beliau menyampaikannya dengan bahasa bercanda, dengan tertawa,” sambung Lukman.

Lukman menceritakan, candaan itu keluar karena sebagian ulama di Arab meski dengan jumlah yang sedikit masih mengharamkan foto dan gambar. Namun pandangan tersebut dijadikan candaan yang spontan diungkapkan raja saat bertemu dengan fotografer.

Jadi mereka yang memproduksi gambar yang memroduksi gambar itu teman-temannya setanlah. Itu ketika beliau melihat, itu dengan spontan mengatakan ikhwanus sayatin. Itu artinya tingkat humornya tinggi sambil bercanda, tutup Lukman. (detik)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!