Kebakaran Hutan Lalap Gunung di Jawa Timur

Kebakaran Hutan Lalap Gunung di Jawa Timur

Hingga pagi ini, tercatat ada enam gunung di Jawa Timur yang dilanda kebakaran hutan. Para petugas gabungan masih berupaya memadamkan api.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jatim Satriyo Nur Seno. Enam Gunung tersebut tersebar di beberapa kabupaten. Mulai dari Pasuruan, Batu, Kediri, Situbondo hingga Banyuwangi.

“Ada Arjuno Welirang, Ijen, Argopuro, Semeru, Bromo, Wilis,” kata Satriyo kepada detikcom di Surabaya, Senin (21/9/2019).

Sebelumnya, Satriyo sempat menyebutkan kesulitan tim di lapangan dalam pemadaman kebakaran karena angin kencang. Selain itu, lahan kebakaran yang cukup luas dan medan yang terjal juga turut menyulitkan tim.

Satriyo menyampaikan, pihaknya juga tengah menangani bencana angin kencang di Kota Batu yang menelan satu korban jiwa. Kemudian lebih dari seribu warga mengungsi.

“Ini saya masih backup Batu,” imbuh Satriyo singkat.

Dari data yang dihimpun detikcom, kobaran api di Gunung Arjuno-Welirang meluas hingga mencapai ribuan hektare. Sementara di beberapa gunung lainnya, hingga kini petugas masih melakukan pembasahan dan menutup seluruh jalur pendakian.

Sumber: Detikcom

Petinggi PPP Minta Kader Utamakan Besarkan Partai

Petinggi PPP Minta Kader Utamakan Besarkan Partai

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur menggelar konsolidasi wilayah di Malang pada 4 Oktober hingga 6 Oktober 2019. Konsolidasi ini bertajuk Pendidikan Politik, Optimalisasi Peran dan Fungsi Anggota DPRD PPP se-Jawa Timur Dalam Pembangunan Daerah sukses terselenggara.

Bertempat di hotel Ijen Malang, Anggota DPRD PPP baik tingkat provinsi maupun daerah, berkumpul dalam acara yang dihadiri oleh Plt Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa dan Ketua DPW PPP Jawa Timur, Musyafak Noer.

Suharso dalam sambutannya mengingatkan para kader untuk selalu mementingkan gambar Ka’bah di atas segalanya.

“Gambar Ka’bah harus diatas segalanya. Maksudnya adalah, ketika kader menjadi caleg, maka gambar ka’bah jangan malah kalah dengan foto calegnya. Dan tekankan coblos Ka’bah, jangan hanya mementingkan nomor urut. Kita ini wajib membesarkan Ka’bah sebagai rumah besar umat Islam, dan bahwa ini partai yang didirikan para ulama sebagai salah satu bentuk syiar cinta Islam. Jadi harus kita dengungkan sama-sama, ‘Yo ayo coblos Ka’bah”, ujarnya, Sabtu 5 Oktober 2019.

Sedangkan Musyafak menekankan pada kadernya bahwa PPP masih ada atas izin Allah SWT dan terdapat beberapa kader yang menjadi pemimpin daerah di kabupaten maupun kotamadya di Jawa Timur, sedangkan Suharso menekankan tentang kecintaan pada gambar Ka’bah

Lia Tolak Main Klaim

Hadir pula dalam acara tersebut Lia Istifhama. Perempuan yang santer dikabarkan maju dalam Pilwali Surabaya 2020 tersebut mengaku menghadiri konsolidasi wilayah, karena ia merupakan kader partai berlambang Ka’bah tersebut.

“Saya kader PPP, kebetulan pengurus harian Wanita Persatuan Pembangunan Jatim, jadi hadir di sini,” ucap Lia kepada Ngopibareng.id.

Disinggung masalah dirinya meminta restu ke PPP untuk maju pilwali 2020, Lia menampik hal tersebut. Apalagi dalam beberapa momen, ia dipanggil oleh pengurus PPP sebagai bu wawali Surabaya.

“Ini kan acara pendidikan politik juga ya, saya kira di sini tidak ada bahas masalah itu, kebetulan saya di PPP sejak dulu, saya juga caleg dua kali lewat partai ini, jadi apa salahnya ini kan juga bisa jadi ajang silaturahmi dengan pengurus PPP, kalau masalah dipanggil pakai sebutan begitu kan guyon biasa,” katanya.

Terkait komunikasinya dengan para pengurus PPP terutama dalam Pilwali Lia menolak berkomentar, menurutnya di PPP ada banyak kader yang mumpuni.

“PPP pasti turut mewarnai Pilwali mendatang. Namun memang harus berkoalisi dengan partai lainnya. Memang yang kita ketahui, hanya PDIP yang bisa maju tunggal. Sedangkan PPP, sejauh saya berkomunikasi dengan pak Musyafak, beliau sangat positif menilai siapapun kader PPP yang memiliki kompetensi maju dalam Pilwali Surabaya. Kader PPP bukan hanya saya ya, jadi banyak kader PPP lainnya yang juga mumpuni dan memiliki kesempatan sama untuk maju Pilwali Surabaya, dan saya tidak mau main klaim apa pun,” tegasnya.

“Intinya nanti bila menjadi pemimpin harus optimis, tidak harus latah. Meraih suatu kepemimpinan pasti dengan ikhtiar dan doa, tapi hasil akhir tetap pada takdir,” imbuhnya.

Dirinya berharap PPP semakin solid untuk ke depannya. Setelah konsolidasi wilayah ini, rencananya PPP akan menggelar Mukernas (Musyawarah Kerja Nasional).

“PPP memiliki history yang sangat-sangat besar dan ada banyak nilai perjuangan dalam perjalanan partai ini. Jadi ketika PPP atas izin Allah SWT menempuh batas parlemen (4%), maka ini wajib disyukuri dan semoga kelak lebih besar lagi partai berlambang Ka’bah ini. Syukur-syukur ke depannya bisa mengulang periode kejayaan mega bintang 1997 silam,” pungkasnya.

Pelantikan Anggota DPRD Jawa Timur 2019

Pelantikan Anggota DPRD Jawa Timur 2019

Sebanyak 120 Anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2024 telah dilantik. Pelantikan yang digelar di Kantor DPRD Jatim Jalan Indrapura Surabaya berlangsung khidmat.

Pelantikan dipimpin langsung Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Timur, Abdul Kadir. Saat hendak melantik, Abdul Kadir mengatakan jika sumpah ini dilakukan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

“Sumpah atau janji ini disamping disaksikan saudara sendiri, dan semua yang hadir, juga yang penting sumpah atau janji ini diketahui Tuhan Yang Maha Esa karena Tuhan itu Maha Mengetahui,” kata Abdul saat hendak melantik, Sabtu (31/8/2019).

Para Anggota DPRD Jatim dengan lantang mengikuti sumpah yang dibacakan Ketua Pengadilan Tinggi Jatim.

“Saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Jatim dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Sesuai dengan peraturan perundangan dengan berpedoman Pancasila dan UUU tahun 1945,” ujar 120 Anggota DPRD Jatim serentak.

“Bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh demi tegaknya kehidupan demokrasi serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi seseorang dan golongan,” imbuh mereka.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyematan pin kepada perwakilan. Usai itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak memberikan selamat kepada para perwakilan yang dilantik.

Berikut 120 Anggota DPRD Jatim yang dilantik:

Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Surabaya)

1. Armuji (136.308 suara asal PDIP)
2. Syamsul Arifin (28.727 suara asal PKB)
3. Agatha Retnosari (67.339 suaran asal PDIP)
4. Hadi Dediyansah (20.212 suara asal Gerindra)
5. Arif Hari Setiawan (34.797 suara asal PKS)
6. Hartoyo (27.068 suara asal Demokrat)
7. Blegur Prijanggono (29.591 suara asal Golkar)
8. Agustin Poliana (24.358 suara asal PDIP)

Daerah Pemilihan Jawa Timur II (Sidoarjo)

1. Anik Maslachah (119.652 suara asal PKB)
2. Kusnadi (50.008 suara asal PDIP)
3. Benyamin Kristianto (35.659 suara asal Gerindra)
4. Ach Amir Aslichin (47.086 suara asal PKB)
5. Khulaim (44.189 suara asal PAN)
6. Adam Rusyadi (27.323 suara asal Golkar)

Daerah Pemilihan Jawa Timur III (Kab/Kota Pasuruan dan Probolinggo)

1. Aida Fitriati (106.144 suara asal PKB)
2. Anwar Sadad (84.803 suara asal Gerindra)
3. Eddy Paripurna (61.090 suara asal PDIP)
4. M Hasan Irsyad (78.826 suara asal Golkar)
5. Muzamil Syafi’i (45.794 suara asal Nasdem)
6. Ahmad Hilmy (49.068 suasa asal PKB)
7. Mahdi (54.038 suara asal PPP)
8. Kusnadi (48.465 suara asal Demokrat)
9. Rohani Siswanto (37.359 suara asal Gerindra)

Daerah Pemilihan Jawa Timur IV (Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso)

1. Ma’mulah Harun (118.003 suara asal PKB)
2. Hermanto (47.009 suara asal PDIP)
3. Ahmad Hadinuddin (47.996 suara asal Gerindra)
4. Agung Mulyono (40.033 suara asal Demokrat)
5. Akik Zaman (65.271 suasa asal PKB)
6. Pranaya Yudha Mahardhika (48.714 suara asal Golkar)
7. Zeiniye (45.931 suara asal PPP)
8. Martin (45.341 suara asal PDIP)
9. Ubaidillah (56.279 suara asal PKB)

Daerah Pemilihan Jawa Timur V (Jember, Lumajang)

1. M Fawait (228.229 suara asal Gerindra)
2. Umi Zahrok (27.094 suara asal PKB)
3. Hari Putri Lestari (60.779 suara asal PDIP)
4. Deni Prasetya (36.446 suara asal Nasdem)
5. Satib (34.232 suara asal Gerindra)
6. Karimullah Dahrujiadi (37.973 suara asal Golkar)
7. Rofik (42.720 suara asal PPP)
8. Artono (46.308 suara asal PKS)
9. Muhammad Rosul (21.298 suara asal PKB)
10. Agus Wicaksono (54.731 suara asal PDIP)
11. Reno Zulkarnaen (32.317 suara asal Demokrat)

Daerah Pemilihan Jawa Timur VI (Malang Raya)

1. Sri Untari (112.065 suara asal PDIP)
2. Hikmah Bafaqih (67.023 suara asal PKB)
3. Siadi (43.967 suara asal Golkar)
4. Aufa Zhafiri (32.937 suara asal Gerindra)
5. Sugeng Pujianto (60.809 suara asal PDIP)
6. Jajuk Rendra Kresna (50.578 suara asal Nasdem)
7. Khofidah (49.397 suara asal PKB)
8. Dwi Hari Cahyono (28.960 suara asal PKS)
9. Gunawan (45.406 suara asal PDIP)
10. Agus Dono Wibawanto (26.602 asal Demokrat)
11. Daniel Rohi (34.749 suara asal PDIP)

Daerah Pemilihan Jawa Timur VII (Blitar, Tulungagung)

1. Guntur Wahono (64.235 suara asal PDIP)
2. Erma Susanti (59.812 suara asal PDIP)
3. Ahmad Tamim (52.829 suara asal PKB)
4. Ferdian Reza Alvisa (65.913 suara asal Gerindra)
5. Mochamad Alimin (52.397 suara asal Golkar)
6. Heri Romadhon (81.813 suara asal PAN)
7. Bambang Rianto (88.415 suara Hanura)

Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII (Kota/Kab Kediri)

1. Wara Sundari Renny Pramana (97.379 suara asal PDIP)
2. Heri Setiawan (28.179 suara asal PDIP)
3. Chusainudin (44.776 suara asal PKB)
4. Subianto (65.365 suara asal Demokrat)
5. Basuki Babussalam (50.301 suara asal PAN)
6. Sabron Djamil Pasaribu (20.924 suara asal Golkar)

Daerah Pemilihan Jawa Timur IX (Pacitan Trenggalek, Ngawi, Magetan, Ponorogo)

1. Sri Subiati (101.432 suara asal Demokrat)
2. Bambang Juwono (89.218 suara asal PDIP)
3. Mirza Ananta (111.748 suara asal Nasdem)
4. Kholiq (89.858 suara asal PKB)
5. Sahat Tua Simandjutak (52.910 suara asal Golkar)
6. HM Noer Soetjipto (39.994 suara asal Gerindra)
7. Deni Wicaksono (41.535 suara asal PDIP)
8. Riyadh Rosyadi (31.956 suara asal PKS)
9. Eko Prasetyo Wahyudiarto (77.191 suara asal Demokrat)
10. Suyatmi Priasmoro (48.744 suara asal Nasdem)
11. Khusni M Husni (20.761 suara asal PKB)
12. Diana Amaliyah Verawatiningsih (31.032 suara asal PDIP)

Daerah Pemilihan Jawa Timur X (Jombang, Mojokerto)

1. Abdul Halim Iskandar (106.662 suara asal PKB)
2. Ahmad Athoillah (24.303 suara asal PKB)
3. SW Nugroho (42.983 suara asal PDIP)
4. Gatot Supriyadi (41.333 suara asal PDIP)
5. Kuswanto (40.582 suara suara asal Demokrat)
6. A Sillahuddin (53.109 suara asal PPP)
7. Suwandy (33.865 suara asal Nasdem)
8. Hidayat (27.657 suara asal Gerindra)

Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madiun, Nganjuk)

1. Y Ristu Nugroho (67.138 suara asal PDIP)
2. Ida Bagus Nugroho (61.071 suara asal PDIP)
3. Aisyah Lilia Agustini (55.710 suara asal PKB)
4. Imam Makruf (43.752 suara asal Gerindra)
5. Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio (36.025 suara asal Golkar)
6. Bayu Airlangga (37.501 suara asal Demokrat)

Daerah Pemilihan Jawa Timur XII (Tuban, Bojonegoro)

1. Khozanah Hidayati (113.142 suara asal PKB)
2. Fauzan Fuadi (92.622 suara asal PKB)
3. Go Tjong Ping (48.854 suara asal PDIP)
4. Aditya Halindra Farizdky (66.562 suara asal Golkar)
5. Surawi (43.372 suara asal Demokrat)
6. Budiono (26.377 suara asal Gerindra)
7. Agung Supriyatno (42.402 suara asal PAN)

Daerah Pemilihan Jawa Timur XIII (Gresik, Lamongan)

1. Makin Abbas (135.769 suara asal PKB)
2. Ufiq Zuroida (54.281 suara asal PKB)
3. Ahmad Firdaus Fibriyanto (45.849 suara asal Gerindra)
4. Andy Firasadi (51.263 suara asal PDIP)
5. Ahmad Iwan Zunaih (51.073 suara asal Nasdem)
6. Samwil (36.455 suara asal Demokrat)
7. Amar Saifudin (47.382 suara asal PAN)
8. Kodrat Sunyoto (44.029 suara asal Golkar)

Daerah Pemilihan Jawa Timur XIV (Madura)

1. Aliyadi (221.264 suara asal PKB)
2. Mohammad Nasih Aschal (137.026 suara asal Nasdem)
3. Achmad Iskandar (251.959 suara asal Demokrat)
4. Mahhud (178.548 suara asal PDIP)
5. Mochammad Aziz (132.487 suara asal PAN)
6. Nur Fitriana (92.855 suara asal PKB)
7. Abdul Halim (142.096 suara asal Gerindra)
8. Mohammad Ashari (130.543 suara asal Nasdem)
9. Muhammad Bin Mu’afi Zaini (95.244 suara asal Golkar)
10. Mathur Husyairi (79.734 suara asal PBB)
11. Musyaffa’ Noer (82.295 suara asal PPP)
12. Zainal Abidin (100.356 suara asal Demokrat)

PPP Kabupaten Malang Siap Wujudkan Parlementary Threshold

PPP Kabupaten Malang Siap Wujudkan Parlementary Threshold

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Malang saat ini tengah menjalankan amanat partai untuk bisa meraih target ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.

“Untuk saat ini, para kader memokuskan untuk pencapaian target parliamentary threshold sebesar 4 persen di Pemilu 2019 nanti,” tegas Ketua DPC PPP Kabupaten Malang, Ahmad Daniyal.

Daniyal menambahkan, pihaknya juga menargetkan satu fraksi di DPRD Kabupaten Malang. Untuk saat ini, PPP hanya memiliki dua kursi dari 50 kursi di DPRD.

“Target kami satu fraksi dengan menambah perolehan kursi di DPRD Kabupaten Malang,” sebut Daniyal.

Disamping itu, dorongan agar Khofifah Indar Parawansa menjabat Ketua Umum PPP juga muncul di Kabupaten Malang.

Para kader mengusulkan Khofifah, karena dinilai memiliki track record cukup baik. Selain itu, Khofifah juga pernah berkarir politik bersama PPP.

“Usulan dari bawah seperti itu. Ibu Khofifah diharapkan bisa menjadi Ketum PPP,” ungkap Daniyal, Rabu (27/3/2019).

Usulan nama Khofifah, kata dia, bukan tanpa alasan. Banyak kader melihat, jika Khofifah merupakan figur yang sangat cocok menahkodai partai berlambang ka’bah itu.

“Aspirasi bawah melihat Bu Khofifah akan mampu menjalankan organisasi partai dengan lebih baik lagi kedepannya. Dicontohkan dengan, kemenangan Bu Khofifah pada Pilgub Jatim kemarin, Ketum Muslimat, beserta pertimbangan lainnya,” kata Daniyal.

DPC PPP Kabupaten Malang tentunya menampung dan mengakomodir aspirasi para kader, dengan menginginkan Gubernur Jawa Timur itu sebagai kandidat ketua umum.

Aspirasi akan diberikan menjelang pelaksanaan muktamar. “Ketika muktamar akan digelar aspirasi itu, akan kami sampaikan ke pengurus wilayah untuk diteruskan ke tingkat DPP,” ujar Daniyal.

Menurut dia, aspirasi Khofifah menjadi ketua umum, memang tak bisa langsung menjadi kenyataan. Sebab, muktamar baru akan digelar pada 2021 mendatang.

“Muktamar baru akan digelar pada 2021 nanti, ketika masa periode ketua umum saat ini habis. Makanya untuk sementara ditunjuk Plt, dan Pak Suharso Monoarfo akan menyelesaikan tugasnya sampai 2021,” tutur dia. (*)

Perkuat Basis Massa, Plt Ketum PPP Silaturahim ke Ponpes Sidogiri

Perkuat Basis Massa, Plt Ketum PPP Silaturahim ke Ponpes Sidogiri

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa roadshow ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Roadshow dilakukan untuk memperkuat basis massa PPP menghadapi Pemilu serentak 2019.Salah satu tempat yang dikunjunginya adalah Ponpes Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (28/3/2019). Saat bertemu dengan pengasuh pesantren, KH Nawawi Abdul Djalil, Suharso menyampaikan kondisi partai dan amanah yang diembanmya sebagai Plt Ketum PPP. Menurut Suharso, PPP merupakan partai yang selalu dekat dengan ulama dan basisnya ada di pesantren-pesantren.
Sehingga ketika baru dikukuhkan sebagai Plt Ketum PPP, Suharso ingin basis dan silaturahmi dengan pesantren itu tetap kuat. “Kami datang ke Sidogiri untuk memperkuat silaturahmi PPP dengan pondok pesantren dan kiai. Kami juga mohon doa agar PPP bisa tetap besar. Pada Rabu (27/8/2018) kami juga berkunjung ke kediaman KH Maimun Zubair,” kata Suharso saat bertemu KH Nawawi.

Dalam kesempatan ini, Suharso juga memuji Ponpes Sidogiri karena tidak hanya mempunyai peran pendidikan dan agama, namun juga pemberdayaan ekonomi umat. Pesantren yang berdiri sejak abad ke-18 ini memiliki lembaga keuangan mikro dan jaringan ritel modern yang diberi nama Basmallah.

“Peran Sidogiri terbukti sangat besar bagi umat. Pesantren ini memiliki belasan ribu santri dan jaringan alumni yang besar. Serta berperan dalam meningkatkan perekonomian umat,” ujarnya.

KH Nawawi menyambut baik kedatangan rombongan PPP. Ia berharap agar partai berlambang Kakbah ini tetap bisa terus berjuang untuk umat. “Semoga PPP selalu sukses dan mampu menghadapi semua permasalahan yang ada. Serta bisa lolos ke DPR RI,” kata KH Nawawi.

Selama ini basis PPP di kawasan Tapal Kuda dan Madura cukup kuat. Hadirnya elite PPP di sejumlah pondok pesantren di Tapal Kuda diharapkan mampu untuk mempertahankan basis pemilih tradisonal di kalangan pesantren dan aktivis Islam. Terlebih, alumni ponpes-ponpes besar tersebut tersebar di sejumlah daerah.

 

Source: Sindonews