PPP: Beda Pilihan Politik dengan Habib Rizieq Tak Berarti Berkhianat

PPP: Beda Pilihan Politik dengan Habib Rizieq Tak Berarti Berkhianat

PPP tak sependapat dengan pernyataan Habib Rizieq Syihab soal partai Islam berkhianat. Menurut PPP, yang merupakan salah satu partai Islam di Indonesia, tak ada partai Islam yang berkhianat, yang ada hanya berbeda pilihan politik.

“Tidak ada partai Islam yang berkhianat. Yang ada adalah partai Islam yang berbeda pilihan politiknya terkait dengan pemillu ataupun pilkada. Berbeda dengan pilihan atau pandangan politik dengan Habib Rizieq Syihab tidak berarti berkhianat terhadap umat Islam,” ujar Sekjen PPP Arsul Sani kepada wartawan, Selasa (9/4/2019).

Lagi pula, kata Arsul, dalam pilpres ini, yang berbeda pandangan politik dengan Habib Rizieq dan kelompoknya bukan hanya partai Islam. Itu pun jika partai Islam yang dianggap berkhianat adalah partai-partai yang mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Karena yang berbeda dengan Habib Rizieq Syihab itu, misalnya dalam pilpres ini, bukan cuma beberapa parpol Islam, tapi juga dengan para alim ulama, habaib, para kiai, dan tokoh Islam yang jumlahnya puluhan ribu dan dari belasan ormas Islam yang dukung paslon #01,” tuturnya.

Menurut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf itu, yang berkhianat adalah pihak yang hendak mengubah atau menoleransi kelompok yang hendak mengubah ideologi bangsa. Kelompok itulah yang pantas disebut sebagai pengkhianat umat Islam.

“Ajaran Islam sendiri menyikapi perbedaan seperti ini sebagai rahmat sebagaimana terlukis dari sabda Rasulullah SAW bahwa perbedaan pendapat di antara umatku adalah rahmat. Yang mengkhianati umat Islam itu adalah kalau ada tokoh siapa pun dia dan dari agama atau kelompok mana pun yang hendak mengubah atau menoleransi kelompok yang hendak mengubah 4 konsensus bernegara kita (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika),” tutur Arsul.

“Mereka ini yang bisa disebut pengkhianat umat Islam karena hendak mengganti konsensus-konsensus bernegara yang sudah disepakati ulama dan umat Islam,” sambung dia.

Jajaran pengurus PKS menemui Habib Rizieq Syihab di Mekah, Arab Saudi. Dalam pertemuan itu, Habib Rizieq memuji PKS sembari menyindir partai Islam yang menurutnya berkhianat.

“Partai Islam yang berkhianat akan kita tinggal,” kata Habib Rizieq dalam pertemuan tersebut, seperti dalam keterangan PKS.

Rombongan PKS dipimpin Ketua Majelis Syuro Habib Salim Segaf Al-Jufri. Dalam keterangan dari elite PKS, Habib Rizieq menitipkan pesan kepada PKS untuk terus berpegang teguh pada janji-janjinya agar memperjuangkan serta menjadi corong umat Islam.

 

Source; Detik

Suveri Indikator: PPP Lolos Parlemen

Suveri Indikator: PPP Lolos Parlemen

Partai Persatuan Pembangunan menjadi salah satu dari 8 partai yang lolos ke DPR versi survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis hari ini (3/4/2019). Survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 1.220 responden. Pengambilan data survei dilakukan pada 22-29 Maret 2019. Margin of error dalam survei sebesar +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Merespon hasil survei tersebut, Wasekjend DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan bahwa hasil survey ini menjadi pelecut semangat para kader PPP sekaligus menjadi peringatan agar PPP tidak terlena dan dapat membuktinnya pada tanggal 17 April nanti.
“Meski demikian kami tidak terlena dan harus tetap bekerja agar lolos PT. Hasil ini menunjukkan bahwa secara organisasi PPP sudah matang meskipin terkena badai kasus itu sifatnya pribadi dan tidak ada hubungannya dengan PPP,” kata Baidowi. Rabu (3/4/2019)
Kami meminta seluruh kader terus berjuang menyongsong 17 april 2019. Setelah itu jaga suara hingga ke KPU,” tambah Anggota DPR RI Komisi II itu.

Berikut hasil elektabilitas parpol berdasarkan survei Indikator :
PDIP 24,2%
Gerindra 11,7%
Golkar 11,5%
PKB 8,8%
Demokrat 8,7%
PKS 6,0%
NasDem 5,7%
PPP 4,9%

Ambang batas parlemen 4%

Perindo 2,6%
PAN 2,2%
Hanura 1,3%
PSI 1,3%
Berkarya 0,8%
PBB 0,6%
Garuda 0,2%
PKPI 0,2%
Tidak tahu/tidak jawab 9,2%

Perkuat Basis Massa, Plt Ketum PPP Silaturahim ke Ponpes Sidogiri

Perkuat Basis Massa, Plt Ketum PPP Silaturahim ke Ponpes Sidogiri

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa roadshow ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Roadshow dilakukan untuk memperkuat basis massa PPP menghadapi Pemilu serentak 2019.Salah satu tempat yang dikunjunginya adalah Ponpes Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (28/3/2019). Saat bertemu dengan pengasuh pesantren, KH Nawawi Abdul Djalil, Suharso menyampaikan kondisi partai dan amanah yang diembanmya sebagai Plt Ketum PPP. Menurut Suharso, PPP merupakan partai yang selalu dekat dengan ulama dan basisnya ada di pesantren-pesantren.
Sehingga ketika baru dikukuhkan sebagai Plt Ketum PPP, Suharso ingin basis dan silaturahmi dengan pesantren itu tetap kuat. “Kami datang ke Sidogiri untuk memperkuat silaturahmi PPP dengan pondok pesantren dan kiai. Kami juga mohon doa agar PPP bisa tetap besar. Pada Rabu (27/8/2018) kami juga berkunjung ke kediaman KH Maimun Zubair,” kata Suharso saat bertemu KH Nawawi.

Dalam kesempatan ini, Suharso juga memuji Ponpes Sidogiri karena tidak hanya mempunyai peran pendidikan dan agama, namun juga pemberdayaan ekonomi umat. Pesantren yang berdiri sejak abad ke-18 ini memiliki lembaga keuangan mikro dan jaringan ritel modern yang diberi nama Basmallah.

“Peran Sidogiri terbukti sangat besar bagi umat. Pesantren ini memiliki belasan ribu santri dan jaringan alumni yang besar. Serta berperan dalam meningkatkan perekonomian umat,” ujarnya.

KH Nawawi menyambut baik kedatangan rombongan PPP. Ia berharap agar partai berlambang Kakbah ini tetap bisa terus berjuang untuk umat. “Semoga PPP selalu sukses dan mampu menghadapi semua permasalahan yang ada. Serta bisa lolos ke DPR RI,” kata KH Nawawi.

Selama ini basis PPP di kawasan Tapal Kuda dan Madura cukup kuat. Hadirnya elite PPP di sejumlah pondok pesantren di Tapal Kuda diharapkan mampu untuk mempertahankan basis pemilih tradisonal di kalangan pesantren dan aktivis Islam. Terlebih, alumni ponpes-ponpes besar tersebut tersebar di sejumlah daerah.

 

Source: Sindonews

Suharso Monoarfa Resmi Jabat Plt Ketum PPP Hingga 2021

Suharso Monoarfa Resmi Jabat Plt Ketum PPP Hingga 2021

Suharso Monoarfa resmi dikukuhkan sebagai Plt Ketum PPP melalui Mukernas yang digelar di Hotel Seruni, Cisarua Bogor, Rabu (20/3) malam. Masa jabatan Suharso melanjutkan masa jabatan yang ditinggal Romahurmuziy, yakni sampai tahun 2021.

Suharso mengatakan, tugas dan wewenangnya sama dengan ketua umum. “Jadi PLT ketua umum itu sama seperti ketua umum. Ya melanjutkan, periode saya sampai dengan 2021,” kata Suharso dalam konferensi pers usai dikukuhkan sebagai Plt Ketum.

Pengukuhan Suharso sebagai Plt Ketua Umum itu menegaskan rapat harian pengurus PPP yang dilaksanakan pasca ditangkapnya Romahurmuziy oleh KPK. Awalnya, suara penolakan muncul dari sejumlah DPW, misalnya Jawa Barat lantaran bertentangan dengan AD/ART partai.

Namun saat Mukernas, objeksi tidak muncul. Bahkan, Mukernas hanya berlangsung tak lebih dari 30 menit dan menyetujui Suharso menjadi Plt Ketum. Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi menuturkan, semua pihak telah menyetujui keputusan tersebut. Bahkan, kata Arwani, semua DPW sepakat.

“Akhirnya semua DPW mendelegasikan satu perwakilan untuk menyampaikan pendapat 34 DPW, diwakili ketua DPW Banten, pertama, mengukuhkan Suharso sebagai Plt Ketum mengukukan hasil rapat Pengurus Harian,” kata Arwani.

Mukernas juga menegaskan kembali untuk menyukseskan langkah Pemilu 2019, termasuk sukses memenangkan Jokowi – Ma’ruf Amin. “Tidak ada suara yang berbeda, jadi lancar. kita memang butuh efektifitas pengambilan keputusan agar segera terjun ke lapangan,” kata dia.

Source: Republika

PPP Gelar Mukernas Pekan Depan untuk Pilih Ketum Baru

PPP Gelar Mukernas Pekan Depan untuk Pilih Ketum Baru

PPP akan menggelar musyawarah kerja nasional (mukernas) pekan depan. Mukernas itu untuk memilih Ketum PPP definitif pengganti Romahurmuziy (Rommy).

“InsyaAllah minggu depan,” ujar Sekjen PPP, Arsul Sani, kepada wartawan, Minggu (17/3/2019).
Kendati demikian, Arsul mengaku belum mengetahui kapan waktu pasti mukernas akan digelar.

“(Pokoknya) dalam waktu beberapa hari ke depan,” katanya.

Seperti diketahui, Rommy diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketum PPP pasca ditetapkan KPK sebagai tersangka suap jual beli jabatan di Kemenag. Pasca ditinggalkan Rommy, PPP pun menunjuk Suharso Monoarfa sebagai Plt Ketum PPP.

Suharso pun telah menjalankan langkah-langkah pasca ditetapkan sebagai Plt. Salah satunya mengonsolidasikan mukernas dengan jajaran PPP.

Pertama, konsolidasi dengan seluruh jajaran. Selain komunikasi lansung juga nanti via Mukernas (musyawarah kerja nasional) yang dalam waktu beberapa hari ke depan akan diselenggarakan,” ujar Sekjen PPP, Arsul Sani, kepada wartawan.

Source: Detik

error: Content is protected !!